Kamis, 14 Agustus 2014

Aku tahu, bahwa ini rindu namanya. 
Beginilah aku menganggapnya sebuah 'bekas' yang melekat, sangat kuat. 
Buah dari sebuah ukhuwah yang begitu manis kurasa.
Aku teringat kau menjabat tanganku dan memelukku erat saat bertemu.

Tetiba rindu...
Padahal belum genap sebulan kita berpisah untuk sebentar saja menunaikan kewajiban sebagai 'anak'.

Tetiba ingat...
Ingat begitu banyak kenangan yang tak bisa lengkap ku ceritakan.
Biarlah mereka tersimpan rapi dalam memoriku. 

Rabithah yang indah,  senantiasa akan ku kirimkan untuk kalian. 
Berharap hati - hati kita tetap bersatu dimanapun dan kapanpun. 
Berharap untuk senantiasa istiqomah di jalan ini. 

Selamat malam saudariku...
Semoga berkah hari ini, esok, hingga yaumil akhir kelak.

"Aku sadar bahwa istiqomah itu sulit. Namun, ia akan sangat mudah jika dijalani bersama."

Sampai jumpa di mimpi indahku, dan mari segera bangun untuk mewujudkan mimpi- mimpi itu.
Malam, 140814




Kamis, 15 Mei 2014

Rantau 4 : BAHASA

Sering banget ngerasa bersalah akibat pengaruh gaya bahasa yang saya gunakan di tengah – tengah mereka. Kebiasaan yang saya bawa dari rumah ketika berkomunikasi dengan teman sebaya di kampus, apalagi kalo udah kenal dekat. 'Lu – gue', 'iye – kagak', dan gaya bahasa lain yang masih sangat membekas, hingga saat ini. Hello nis, ini di Semarang!

Selasa, 13 Mei 2014

BUUU...

"INILAH DA'WAH BU...
Suatu saat akan ku ceritakan lebih banyak, bahwa jalan ini banyak tantangannya pun berpotensi untuk sering mengeluh. Tapi, ini NIKMAT.
Kau tahu? Ah, cinta ini tanpa alasan. Tapi ya, nanti saja akan ku ceritakan lebih banyak."
-anakmu-

Minggu, 11 Mei 2014

KESEMPATAN

Kehidupan nyata memang lebih banyak menyita waktu, hingga baru sempat nulis tentang hari bersejarah 11 hari yang lalu, 30 April. Insya Allah, tanggal ini akan terus ada setiap tahunnya dibarengi dengan kontrak hidup yang semakin berkurang. Tentu akan selalu berusaha mengisinya dengan segala kebermanfaatan yang ku mampu.