Senin, 07 April 2014

PELANGI UNTUKMU

Mbak, apa kabar?
Sibuk apa mbak sekarang?
Lebih kurang sudah 4 bulan ini mbak meninggalkan kami. Rasanya sudah lama sekali, tidak bertemu dengan wajah lesung pipit mbak, mendengar suara merdu dan taujih yang setiap minggu mbak bagikan pada kami, atau setidaknya memastikan bahwa mbak selalu dalam keadaan baik-baik saja. Sekarang rasanya jauh, ya memang jauh, jauh sekali. Tapi mbak selalu mengatakan, bahwa mbak selalu berada dalam hati kami. Dekat, dekat sekali. Karena itu, kami insya Allah akan selalu ingat dengan kata-kata mbak untuk selalu dekat denganNya.

Selasa, 01 April 2014

JANGLI! KU INGIN SELALU KEMBALI

Jangli, sebuah desa kecil di sebelah Utara Kota Semarang.Tak banyak yang istimewa jika ingin mencari fasilitas duniawi yang melenakan. Sungguh tak ada. Namun bagiku, ia adalah tempat yang nyaman untuk sejenak saja menyandarkan diri yang sering dipaksa memenuhi tuntutan zaman. Bertemu dengan wajah-wajah penuh harapan, pribadi-pribadi yang penuh syukur di tengah keterbatasan. Rasanya menjadi penghibur 



Hadir di tengah kerukunan antar masyarakat, jauh dari bisingnya kendaraan, serta tertawa lepas anak-anak kecil yang membuat diri ini selalu ingin kembali.



(to be continued)




Senin, 31 Maret 2014

MENYAMBUTMU DI 16 TAHUN

Tak terasa waktu berlalu, menyambutmu di tahun ke 16. Bukan waktu yang singkat bertahan di tengah kondisi ombang-ambingnya ideologi. Hingga detik ini, kau masih tetap tegak berdiri dengan derasanya hujatan dan rintangan yang tentu berat memilih untuk bertahan. Tawaran untuk melepas sebuah identitas diri yang menggiurkan, namun tetap membuatmu independen dan terhindar dari intervensi politik manapun. Hingga raga semakin tahu bahwa kelahiranmu bukan tanpa suatu alasan.

Jumat, 28 Maret 2014

PUTIH

kampanye terakhir.
Jika kau bertanya seberapa penting kami ikut berpartisipasi dalam politik praktis. Seharusnya ganti dengan pertanyaan yang lebih penting, "Seberapa penting kami mengikuti agenda-agenda dakwah?"

Selasa, 11 Maret 2014

RELUNG NEGERI BUATKU JATUH HATI

“Begitu indah tanah mereka dan aku mengaguminya. Begitu banyak yang tak ku punya, kita begitu berbeda. Tapi aku tak ingin, karena aku telah jatuh cinta. Hati telah memilih menambatkan cintanya di satu bendera.” Tangga – Satu Bendera